Sabtu, 26 Mei 2012

METODE PEMBELAJARAN YANG LEBIH BERPUSAT PADA SISWA

METODE PEMBELAJARAN YANG LEBIH BERPUSAT PADA SISWA

Pembahasan tentang metode pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa meliputi : kerja kelompok, karya wisata, penemuan, eksperimen, pengajaran unit, dan pengajaran dengan modul ini dikembangkan berdasarkan tulisan Kartawisastra, dkk (1980), Sumantri dan Permana (1998/1999), Tareja, dkk (1980), Mainuddin dan Gunawan (1980), dan Sagala (2000). Metode-metode pembelajaran itu secara rinci dapat Anda kaji dalam uraian berikut :

1. Metode Kerja Kelompok

a. Pengertian

Sagala (2006) mengatakan bahwa metode kerja kelompok adalah cara pembelajaran dimana siswa dalam kelas dibagi dalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompok dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri untuk Strategi Pembelajaran 7-3
mempelajari materi pelajaran yang telah ditetapkan untuk diselesaikan secara bersama-sama. Pada umumnya materi pelajaran yang harus dikerjakan secara bersama-sama dalam kelompok itu diberikan atau disiapkan oleh guru. Materi itu harus cukup kompleks isinya dan cukup luas ruang lingkupnya sehingga dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang cukup memadai bagi setiap kelompok. Materi hendaknya membutuhkan bahan dan informasi dari berbagai sumber untuk pemecahannya. Masalah yang bisa diselesaikan hanya dengan membaca satu sumber saja tentu tidak cocok untuk ditangani melalui kerja kelompok. Kelompok dapat dibentuk berdasarkan perbedaan individual dalam kemampuan belajar, perbedaan bakat dan minat belajar, jenis kegiatan, materi pelajaran, dan tujuan yang ingin dicapai. Berdasarkan tugas yang harus diselesaikan, siswa dapat dibagi atas kelompok paralel yaitu setiap kelompok menyelesaikan tugas yang sama, dan kelompok komplementer dimana setiap kelompok berbeda-beda tugas yang harus diselesaikan.

b. Tujuan

Metode kerja kelompok yang digunakan dalam suatu strategi pembelajaran bertujuan untuk :

1) memecahkan masalah pembelajaran melalui proses kelompok

2) mengembangkan kemampuan bekerjasama di dalam kelompok

c. Alasan Penggunaaan Metode Kerja Kelompok

Mengapa guru memilih kerja kelompok sebagai metode pembelajaran? Guru menggunakan metode kerja kelompok dalam pembelajaran karena:

1) Kerja kelompok dapat mengembangkan perilaku gotong royong dan demokratis.

2) Kerja kelompok dapat memacu siswa aktif belajar.

3) Kerja kelompok tidak membosankan siswa melakukan kegiatan belajar diluar kelas bahkan diluar sekolah yang bervariasi, seperti observasi, wawancara, cari buku di perpustakaan umum, dan sebagainya.

d. Kekuatan dan Keterbatasan Metode Kerja Kelompok

1) Kekuatan Metode Kerja Kelompok

a) membiasakan siswa bekerja sama, musyawarah dan bertanggung jawab

b) menimbulkan kompetisi yang sehat antar kelompok, sehingga membangkitkan kemauan belajar yang sungguh-sungguh.
7-4 Unit 7

c) Guru dipermudah tugasnya karena tugas kerja kelompok cukup disampaikan kepada para ketua kelompok.

d) Ketua kelompok dilatih menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, dan anggotanya dibiasakan patuh pada aturan yang ada.

2) Kelemahan Metode Kerja Kelompok

a) Sulit membentuk kelompok yang homogen baik segi minat, bakat, prestasi maupun intelegensi.

b) Pemimpin kelompok sering sukar untuk memberikan pengertian kepada anggota, menjelaskan, dan pembagian kerja

c) Anggota kadang-kadang tidak mematuhi tugas-tugas yang diberikan pemimpin kelompok

d) Dalam menyelesaikan tugas, sering menyimpang dari rencana karena kurang kontrol dari pemimpin kelompok atau guru.

e) Sulit membuat tugas yang sama sulit dan luasnya terutama bagi kerja kelompok yang komplementer.

e. Cara Mengatasi Kelemahan Metode Kerja Kelompok

Bagaimana cara mengatasi kelemahan Metode Kerja Kelompok? Kelemahan metode kerja kelompok dapat diatasi dengan:

1) Mengkaji lebih dulu materi pelajaran dengan cermat, lalu buat garis besar rincian tugasnya untuk setiap kelompok agar bobot tugas tersebut sama beratnya.

2) Adakan tes sosiometri dan hasilnya digunakan untuk pembentukan kelompok yang mereka kehendaki.

3) Bimbingan dan pengawasan kepada setiap kelompok harus dilakukan terus menerus.

4) Jumlah anggota dalam satu kelompok jangan terlalu banyak

5) Motivasi yang diberikan jangan sampai menimbulkan persaingan antar kelompok yang kurang sehat.

f. Langkah-Langkah Pembelajaran dengan Metode Kerja Kelompok

1) Kegiatan Persiapan

a) Merumuskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai

b) Menyiapkan materi pembelajaran dan menjabarkan materi tersebut kedalam tugas-tugas kelompok.

c) Mengidentifikasi sumber-sumber yang akan menjadi sasaran kegiatan kerja kelompok.
Strategi Pembelajaran 7-5

d) Menyusun peraturan pembentukan kelompok, cara kerja, saat memulai dan mengakhiri, dan tata tertib lainnya.

2) Kegiatan Pelaksanaan

a) Kegiatan Membuka Pelajaran

Melaksanakan apersepsi, yaitu pertanyaan tentang materi pelajaran sebelumnya.

Memotivasi belajar dengan mengemukakan kasus yang ada kaitannya dengan materi pelajaran yang akan diajarkan

Mengemukakan tujuan pelajaran dan berbagai kegiatan yang akan dikerjakan dalam mencapai tujuan pelajaran itu.

b) Kegiatan Inti Pelajaran

Mengemukakan lingkup materi pelajaran yang akan dipelajari

Membentuk kelompok

Mengemukakan tugas setiap kelompok kepada ketua kelompok atau langsung kepada semua siswa

Mengemukakan peraturan dan tata tertib serta saat memulai dan mengakhiri kegiatan kerja kelompok.

Mengawasi, memonitor, dan bertindak sebagai fasilitator selama siswa melakukan kerja kelompok.

Pertemuan klasikal untuk pelaporan hasil kerja kelompok, pemberian balikan dari kelompok lain atau dari guru.

c) Kegiatan Mengakhiri Pelajaran

Meminta siswa merangkum isi pelajaran yang telah dikaji melalui kerja kelompok.

Melakukan evaluasi hasil dan proses

Melaksanakan tindak lanjut baik berupa mengajari ulang materi yang belum dikuasai siswa maupun memberi tugas pengayaan bagi siswa yang telah menguasai materi tersebut.

Dikutip dari :
Abimanyu, Soli dkk. 2008. Strategi Pembelajaran. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar